Bukti Kebenaran Al-quran

Bukti Kebenaran Al-qur'an

Allah mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai rasul untuk seluruh dunia sebagaimana yang difirmankan Allah di dalam al-Quran (QS al-Anbiyaa' : 107)

Orang Sakit

Keutamaan Mengunjungi Orang Sakit

Rasulullah saw : Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.

Nabi Muhammad saw

Canda dan Gurauan Rasulullah

Rasulullah SAW bergaul dengan semua orang. Baginda bergurau dengan anak kecil, bermain-main dengan mereka, bersenda gurau dengan orang tua. Akan tetapi Baginda tidak berkata kecuali yang benar saja.

Doa Mustajab

Amalan Doa Mustajab

Doa ini sudah banyak riwayat hadis2 yg mengakui keunggulan doa ini. Bahwa tidak ada orang mukmin yangg membaca doa ini pasti dikabulkan doanya

Terkenal Di Langit Tak Terkenal Di Bumi

Terkenal Di Langit Tak Terkenal Di Bumi

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel di dada

Masalah Qodho' Puasa Dan Fidyah

Berbuka puasa dilihat dari wajib tidaknya qodho dan fidyah terbagi menjadi 4 bagian, yakni :
Masalah Qodho' Puasa Dan Fidyah
1. Berbuka/tidak puasa yang menyebabkan wajib melakukan qodlo puasa dan fidyah. Hal ini diperuntukan bagi mereka yang tidak puasa karena khawatir kepada pihak lain, misalnya seorang ibu menyusui yang khawatir terhadap anak atau bayi yang dikandungnya sehingga diputuskan untuk tidak berpuasa. Atau bagi mereka yang mengakhirkan qodlo puasa Ramadhan tahun lalu, sehingga datang Ramadlan tahun ini, padahal dia memungkinkan untuk segera membayar qodlo tersebut. Bagi mereka disamping wajib mengqodlo puasa, wajib pula membayar fidyah yakni memberi makan orang miskin tiap 1 hari puasa yang ditinggalkan sebanyak 1 mud (6 ons beras). Jika tahun berikutnya utang puasa tersebut masih belum dibayar juga, maka wajib lagi bagi dia membayar fidyah sejumlah puasa yang belum diganti/diqodlo. Begitulah seterusnya sampai puasa tersebut lunas.

2. berbuka/tidak puasa yang menyebabkan wajib melakukan qodlo puasa tetapi tidak wajib fidyah. Contohnya banyak sekali yaitu orang yang pingsan seharian, orang yang sengaja batal puasa, lupa niat di malam hari dan masih banyak kasus lainnya.

3. Berbuka/tidak puasa yang menyebabkan wajib melakukan fidyah tetapi tidak wajib melakukan qodlo yakni bagi orang tua yang sudah uzur dan tidak mampu lagi berpuasa.

4. Berbuka/tidak puasa yang menyebabkan tidak wajib melakukan qodlo puasa dan fidyah yakni bagi mereka yang gila dan anak kecil.

Syarat Wajib Puasa Ramadlan

Syarat Wajib Puasa Ramadlan
Inilah beberapa syarat wajib puasa Ramadlan adalah :

1. Islam atau pernah memeluk Islam, sehingga termasuk wajib berpuasa orang yang murtad, walaupun puasanya tidak sah.

2. Taklif artinya berakal dan balig, maka tidak wajib puasa bagi anak kecil, orang gila, pingsan dan yang mabuk. Namun wajib mengqodo puasa bagi mereka yang pingsan dan mabuk.

3. Kuat berpuasa, maka tidak wajib berpuasa bagi mereka yang tak mampu seperti tua renta dan yang sakit.

4. Sehat sehingga tidak wajib berpuasa bagi yang sakit jika sekiranya dengan puasa tersebut bisa menambah parah penyakitnya.

5. Muqim. Maka diperbolehkan tidak berpuasa bagi yang melakukan perjalanan jauh dengan syarat keberangkatan perjalanan tersebut harus sebelum fajar. Juga tidak diperbolehkan tidak berpuasa bagi mereka yang selalu melakukan perjalanan tiap harinya seperti supir atau kondektur.

Hal Mewajibkan Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan HAL YANG MEWAJIBKAN PUASA RAMADHA
Ada 5 perkara yang mewajibkan puasa Ramadlan, yakni :

1. Sempurnanya bulan Sya’ban selama 30 hari.

2. Melihat hilal bulan Ramadlan pada malam hari. Hal ini berlaku bagi mereka/individu yang merasa melihat hilal, walaupun dia sendiri mempunyai sifat fasiq atau kurang adil.

3. Meyakini seseorang yang melihat bulan. Hal ini berlaku bagi mereka yang tidak melihat bulan, namun ada kabar dari seseorang yang adil kesaksiannya bahwa orang tersebut melihat bulan, lalu diyakini dan diikuti. Namun dengan syarat, kesaksian orang tersebut harus ditetapkan oleh hukum/pemerintah, tidak fasiq, bukan hamba sahaya dan harus laki-laki. Dalil tentang ini adalah hadits dari Ibnu Umar : “Aku memberi kabar kepada Rosululloh bahwa seseungguhnya aku bersaksi telah melihat hilal. Lalu beliau puasa dan memerintahkan kaumnya untuk berpuasa”.

4. Adanya kabar berita bahwa Ramadlan telah tiba, yang dirasakan yakin kebenaran berita itu di dalam hati, walaupun kabar tersebut berasal dari orang fasiq, hamba sahaya atau pun anak kecil.

5. Sangkaan telah masuknya bulan Ramadlan melalui ijtihad/dugaan. Contoh kasus terhadap orang-orang yang hidup di hutan belantara atau penjara pengasingan.

Adapun berita dari golongan orang-orang yang melakukan puasa berdasarkan telah terbitnya bintang tertentu, maka tidak boleh diikuti, dan hanya wajib dilakukan bagi golongan dia sendiri. Hal ini juga berlaku dalam menentukan waktu sholat atau bulan haji. Intinya, harus konsekwen, jika melakukan puasa/ibadah lainnya berdasarkan melihat hilal, maka di saat lain tidak boleh melakukan ibadah lain berdasarkan hisab atau perhitungan bintang.

Hal Yang Disunatkan Ketika Mandi Besar

Mandi Besar
Sunat Mandi Besar
Pada artikel sebelumnya kita telah membahas masalah fardu mandi besar yakni hal yang harus dilakukan ketika mandi besar.

Jikalau kita tidak memenuhi fardu tersebut, maka kemungkinan mandi besar kita tak akan jadi yang secara otomatis tidak akan mengesahkan ibadah lainnya seperti sholat.

Selain hal yang wajib dilakukan pada mandi besar, ada pula hal yang dianjurkan atau disunatkan pelaksanaannya ketika mandi besar. Rincian hal tersebut adalah :
  1. Membaca Basmallah sebelum mulai
  2. Membersihkan badan dari kotoran atau najis seperti dari mani, madzi ataupun wadi
  3. Berwudu dahulu sebelumnya
  4. Membasuh seluruh badan diulang sebanyak 3 kali
  5. Awalilah dengan bagian badan yang paling kanan dan posisi paling atas
  6. Menggosok gosok badan kita
  7. Menghadap arah qiblat
  8. Sebaiknya di tempat yang tidak ada percikan banyak air
  9. Lakukan di tempat yang tertutup/di WC
  10. Posisi tempat air sebaiknya di sebelah kanan dari pelaku
  11. Jangan minta bantuan/dimandiin kecuali dalam keadaan darurat seperti habis sakit
  12. Membaca 2 kalimat syahadat setelahnya
  13. Kumur-kumur mulut dan membersihkan hidung
Semoga bermanfaat....

Waktu Afdhol Membaca Al Quran

Waktu Afdhol Membaca Al Quran
Sebetulnya tidak ada ketentuan tentang kapan harus membaca Al Quran. Saat kapan pun kita bisa membaca Al Quran, bisa setelah shalat fardu atau shalat sunat atau di sela-sela kesibukan kerja, di rumah, di masjid bahkan di tempat kerja pun, kecuali bagi mereka yang memang terlarang membaca Al Quran seperti orang yang sedang haidl.
Waktu Afdhol Membaca Al Quran
Membaca Al Quran
Di sini akan Saya kemukakan tentang waktu-waktu yang paling utama untuk membaca Al Quran sehingga kita bisa memilih kapan waktu yang terbaik untuk tilawatil Quran. Berikut tingkatan waktu membaca Al Quran dari yang tertinggi derajat keutamaannya :
  • Imam Nawawi r.a menyatakan bahwa waktu yang terafdhol untuk membaca Al Quran adalah ketika shalat yakni ketika setelah membaca surat fatihah pada rakaat 1 dan 2. Tidak ada ketentuan harus surat apa dan berapa ayat yang dibaca, bebas tergantung pribadi masing-masing, bisa dihafal terlebih dahulu ataupun sambil memegang Al Quran.
  • Seperdua malam yang terakhir, karena saat ini adalah saat ijabah du'a dan aman dari sifat riya ketika membacanya.
  • Seperdua malam yang pertama terutama sesudah shalat maghrib.
  • Sesudah shalat subuh.
Disunatkan juga untuk lebih memperbanyak membaca Al Quran melebihi kebiasaan pada waktu-waktu di bawah ini.
  1. Hari Jumat, Senin dan Kamis.
  2. Awal bulan Zulhijjah terutama Hari Arafah.
  3. Bulan Ramadlan terutama 10 hari terakhir.
Keterangan ini Saya ambil dari kitab Khazinatul Asrar hal 52 karya Ustad Sayyid Muhammad Haqqi An Nazili.

Sejarah Dan Pengertian Fiqih

Sejarah Dan Pengertian Fiqih
Fikih (Bahasa Arab: ﻓﻘﻪ; transliterasi: Fiqih) adalah salah satu bidang ilmu dalam syariat Islam yang secara khusus membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun kehidupan manusia dengan Tuhannya. Beberapa ulama fikih seperti Imam Abu Hanifah mendefinisikan fikih sebagai pengetahuan seorang muslim tentang kewajiban dan haknya sebagai hamba Allah.

Fikih membahas tentang cara bagaimana cara tentang beribadah, tentang prinsip Rukun Islam dan hubungan antar manusia sesuai dengan dalil-dalil yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Dalam Islam, terdapat 4 mazhab dari Sunni, 1 mazhab dari Syiah, dan Khawarij yang mempelajari tentang fikih. Seseorang yang sudah menguasai ilmu fikih disebut Fakih.

SEJAARAH FIQIH

Masa Nabi Muhammad saw
Masa Nabi Muhammad saw ini juga disebut sebagai periode risalah, karena pada masa-masa ini agama Islam baru didakwahkan. Pada periode ini, permasalahan fikih diserahkan sepenuhnya kepada Nabi Muhammad saw. Sumber hukum Islam saat itu adalah al-Qur'an dan Sunnah. Periode Risalah ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu periode Makkah dan periode Madinah. Periode Makkah lebih tertuju pada permasalah akidah, karena disinilah agama Islam pertama kali disebarkan. Ayat-ayat yang diwahyukan lebih banyak pada masalah ketauhidan dan keimanan.

Setelah hijrah, barulah ayat-ayat yang mewahyukan perintah untuk melakukan puasa, zakat dan haji diturunkan secara bertahap. Ayat-ayat ini diwahyukan ketika muncul sebuah permasalahan, seperti kasus seorang wanita yang diceraikan secara sepihak oleh suaminya, dan kemudian turun wahyu dalam surat Al-Mujadilah. Pada periode Madinah ini, ijtihad mulai diterapkan , walaupun pada akhirnya akan kembali pada wahyu Allah kepada Nabi Muhammad saw.

Masa Khulafaur Rasyidin
Masa ini dimulai sejak wafatnya Nabi Muhammad saw sampai pada masa berdirinya Dinasti Umayyah ditangan Mu'awiyah bin Abi Sufyan. Sumber fikih pada periode ini didasari pada Al-Qur'an dan Sunnah juga ijtihad para sahabat Nabi Muhammad yang masih hidup. Ijtihad dilakukan pada saat sebuah masalah tidak diketemukan dalilnya dalam nash Al-Qur'an maupun Hadis. Permasalahan yang muncul semakin kompleks setelah banyaknya ragam budaya dan etnis yang masuk ke dalam agama Islam.

Pada periode ini, para faqih mulai berbenturan dengan adat, budaya dan tradisi yang terdapat pada masyarakat Islam kala itu. Ketika menemukan sebuah masalah, para faqih berusaha mencari jawabannya dari Al-Qur'an. Jika di Al-Qur'an tidak diketemukan dalil yang jelas, maka hadis menjadi sumber kedua . Dan jika tidak ada landasan yang jelas juga di Hadis maka para faqih ini melakukan ijtihad.

Menurut penelitian Ibnu Qayyim, tidak kurang dari 130 orang faqih dari pria dan wanita memberikan fatwa, yang merupakan pendapat faqih tentang hukum.

Doa Pelarisan Agung



1. Di amalkan terus-menerus (istiqomah) diwaktu sebelum matahari terbit, Di baca sambil di gerakkan barang dagangannya biar cepat laku atau terjual.

2. Doa di atas di baca sebanyak 3x atau 113x atau 313x, lebih banyak bacaannya lebih bagus.

Salam sukses.....